Wahai Muslimah... Malumu mahligai yang tidak perlukan singgasana tetapi ia berkuasa menjaga diri dan nama... Malu adalah mahkota Yusuf yang membuatnya agung dihadapan tipu daya Imraatul' Aziiz Zulaikha... Malu adalah adalah perisai Abu Bakar Al Miski yang memakai Baju Besi lumuran kotoran manusia ketika seorang wanita cantik dan kaya mengajaknya berzina.!! Malu adalah pakaian Rasulullah sampai beliau lebih terjaga oleh rasa itu daripada gadis pingitan... Belajarlah menjadi pemalu dalam masalah kesucian diri.
Showing posts with label KAJIAN MUSLIMAH. Show all posts
Showing posts with label KAJIAN MUSLIMAH. Show all posts

Tuesday, February 7, 2012

MEMILIH

✿~ Jika aku pilih yang BERHARTA, pasti aku akan ditimpa musibah yang tidak terhingga..

✿~ Jika aku pilih karena PARAS RUPA, pasti aku akan diberi KEHINAAN dari yang Maha Esa..

✿~ Jika aku pilih karena KETURUNAN, belum pasti generasiku TERJAGA dan TERPELIHARA tanpa agama di dada..

tetapi...

>>> Jika aku pilih karena AGAMA, sudah pasti aku dapat meraih SYURGA DUNIA bahkan SYURGA ALLAH di sana.

karena aku tahu, hanya dengan agamalah yang mampu memandu diriku untuk meraih RIHDA Ilahi, itu JANJI Allah..♥♥

Dan dia selalu ada di sisi..sentiasa menemani hingga akhir nanti..:)

Thursday, November 24, 2011

***Pakailah Parfum Seperti Harumnya Masyithah***



Sahabat fillah yang dirahmati Allah Subhanallahu wa Ta'ala semoga setiap hembusan nafas yang hadir dalam diri selalu dalam lindungan,kasih sayang serta naungan cahaya hidayah-Nya hingga ruh berlepas dari jasad kelak..... Aamiin.

Inilah kisah perjalanan seorang hamba yang luar biasa mempertaruhkan nyawanya demi harga sebuah Aqidah.

Masyithah.......

Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan. Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus.

Masyithoh berjuang, bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat.
Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara. Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara.

Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam cinta kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna. Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan Sang Pencipta. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya.

Tuhanku Allah
Tidak diragukan lagi, siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun sesaat, mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar, pasti akan tahu mengapa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, : "Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat". (Bukhari)

Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Semua ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma. Ia telah sukses mendidik anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. bercerita kepada kita, “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj, aku mencium bau yang sangat harum.” “Wahai Jibril, bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. Jibril menjawab, “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya.” Saya bertanya, “Apa kelebihan Masyithah?”

Jibril menjawab, “Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Sisirnya jatuh dari tangannya. Ia berkata, ‘Bismillah.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya, ‘Dengan menyebut nama ayahku.’ Ia menolak. ‘Tidak. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya.

Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Maka Fir’aun memanggil Masyithah. Fir’aun bertanya, “Wahai Fulanah, apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia menjawab, “Ya, Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah.” Fir’aun marah besar. Ia memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas; agar Masyithah dan anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Masyithah tidak menyerah. Begitu juga anak-anaknya. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun, “Saya minta tulangku dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan.” Fir’aun menuruti permintaannya.


Bismillah
Sungguh, Masyithah wanita terhormat lagi mulia. Ia hidup di istana raja. Ia dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. Akan tetapi keimanan kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. telah membuncah di kalbunya. Kadang ia menyembunyikan keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim lainnya.

Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu, maka lisan akan mengucapkan apa yang terpendam dalam kalbu tanpa beban, tanpa paksaan, dan tanpa rasa takut. Inilah yang dilakukan Masyithah. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci, ”Bismillah”, tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. Ia telah mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan bertahun-tahun. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. Bahkan, ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya, ia menolak tegas dengan mengatakan, ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.”

Ia tidak takut siksaan. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal bengis dan tidak berperikemanusiaan. Apa pun yang terjadi, ia hadapi dengan tegar.

Ujian Kalbu
Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. Fir’aun menghukum karena mereka beriman kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. dan rela dengan agama yang mereka anut. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Fir’aun melakukanya untuk menakut-nakuti Masyithah.

Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui Fir’aun sebagai Tuhan. Akan tetapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala. memperlihatkan kepada Fir’aun bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. Apakah Fir’aun mampu menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh jasadnya, tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun.

Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang beriman. Namun, dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar menjadi pemenang. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak berperikemanusiaan oleh Fir’aun.

Pelajaran dari Kisah Masyithah
Masyithah telah wafat. Tapi, kisahnya belumlah berakhir. Sampai saat ini, kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Karena, Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita 
untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi.
Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah, di antaranya:

1. Iman adalah senjata yang sangat ampuh. Karena, iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan lindungan-Nya). Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman, ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl:128)

2. Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian, itulah yang dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah, dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan.” (Muslim)

3. Selalu ada permusuhan abadi antara hak dan batil, antara kebaikan dan keburukan. Meskipun keburukan banyak dan beragam, namun pasti ujungnya akan lenyap. Karena yang asli adalah kebaikan.

4. Allah Subhanallahu wa Ta’ala. akan meneguhkan orang-orang yang beriman ketika mereka dalam kondisi membutuhkan keteguhan tersebut. Sebab, ujian itu sunnatullah. Pasti akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman.

5. Muslim yang sejati tidak akan tunduk kecuali kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Dan ia senantiasa melaksanakan kewajiban amar ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.

6. Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria dalam mengibarkan panji kebenaran. Para wanita memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Syahidnya Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah dilakukan wanita dalam sejarah.

7. Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan itu sendiri. Allah Subhanallahu wa Ta’ala. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia sebagai manusia terjahat. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum, dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena perbuatannya yang baik. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah, dan Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan.

8. Allah Subhanallahu wa Ta’ala. tidak akan menyiksa seseorang karena dosa orang lain.

Indah nian kisah perjuangan Masyitah dalam mempertahankan iman dan islammnya sehingga harum namanya sepanjang sejarah umat manusia..... semoga buah indah bisa kita petik dari sejarah hidup orang-orang luar biasa, agar menjadi cermin dalam kehidupan bagi kita ........, 
Barakallahufik.............

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Intanshurullaha yansurkum wayutsabbit aqdamakum,

Salam ukhuwah sahabat fillah semoga Allah kumpulkan kita dalam Jannah-Nya.... Aamiin ^_^

Monday, November 21, 2011

"Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil 'aalamiin"



Tidak malukah kita dengan tasbihnya langit nan luas itu..???

Sekali-kali langit tak pernah berbangga diri walau keindahannya nampak jelas oleh mata kita

Tidak malukah kita dengan dzikirnya laut..???

Laut tidak sekalipun pernah berkata : " Aku tak tercela karena kata-kata yang ku ucapkan selalu baik dan lihatlah amal ibadahku pada-NYA sempurna"

Tidak malukah kita dengan ketaatan fajar...?
Yang mempesona sinarnya dikala pagi mulai beranjak terang
Namun tidak juga fajar berujub diri menampilkan dirinya taat perintah Robbnya dihadapan manusia

Hafalan kita, sholat kita, puasa kita, dzikir kita... apakah harus diketahui oleh semua orang...???

Sahabat saudaraku fillah...

Ibnu Athaillah rahimahullah pernah berpesan :

" Kebanggaanmu bila orang lain melihat kelebihanmu adalah bukti ketidakjujuranmu dalam beribadah. Maka kosongkanlah pandangan orang lain terhadap dirimu. Cukup bagimu pandangan Allah terhadap dirimu. Tidak perlu kamu tampil di hadapan mereka agar engkau terlihat di mata mereka. "

Astaghfirullahal adzim... Ketidakjujuran seseorang dalam beribadah ternyata bisa dinilai dari perasaan bangga atau tidak bila ada orang lain yang melihat kebagusan ibadahnya.

Banyak Beramal Tapi Masuk Neraka?

Ketahuilah… Sesungguhnya tidak semua penghuni Neraka adalah orang-orang yang di dunianya gemar berbuat maksiat, seperti kecanduan khomr, pemain judi, para pelaku zina dan lain sebagainya. Akan tetapi ternyata ada juga di antara penghuni Neraka adalah orang-orang yang di dunianya rajin beramal, bahkan mereka adalah orang-orang yang beribadah sampai kelelahan karena begitu beratnya amalan yang dilakukan. Mereka mengira akan datang menghadap Allah Ta’aladengan membawa amalan putih seberat gunung Tihamah. Namun Allah menolak dan tidak menerima amal mereka. Amalan mereka laksana debu-debu beterbangan yang tiada memberi manfaat sedikitpun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأَخْسَرِيْنَ أَعْمَالاً (103)

الَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا (104)

“Katakanlah: ‘Maukah Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’ Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahfi: 103-104).

Demikian pula Allah Ta’ala berfirman tentang mereka:

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُوْرًا (23)

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqan: 23).

Diriwayatkan dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لأَعْلَمَنَّ (لاَ أَلْفَيَنَّ) أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بَيْضًا فَيَجْعَلُهَا اللهُ عز و جل هَبَاءً مَنْثُوْرًا

“Aku benar-benar mengetahui ada beberapa golongan dari umatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebajikan sebesar gunung Tihamah yang berwarna putih, lalu Allah menjadikannya seperti debu-debu yang beterbangan.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 4245. Hadits ini dinilai shohih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiihul Jaami’, no. 5028).

Mengapa orang-orang yang disebutkan dalam ayat di atas sudah beramal tapi malah ganjarannya Neraka? Mengapa amalan mereka tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala? 

Semoga Allah membukakan pintu rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga setiap amal ibadah yang kita lakukan hanya mengharap ridha Allah bukan sekedar sensasi atau mencari popularitas di hadapan manusia, aamiin 

NB : 
Sebagian besar tulisan ini dikutip dari community FB ✿WANITA SHOLEHAH✿Mutiara Muslimah Sejati♥ 
Tulisan ini mengingatkan pada kutipan sebuah buku berjudul : Menapak jejak kekasih Allah. Yang namanya kekasih pasti lebih senang berkhalwat dengan kekasihnya. Dari semua rahasia, pembicaraan, aktivitas dengan kekasihnya tak perlu ada yang mengetahuinya kecuali meraka berdua. Begitu halnya jika kita menganggap Allah sebagai kekasih kita, Cukup Allah saja yang tahu baik dan buruknya kita, Orang lain cukup merasakan akhlak baik kita (walau kita belum sebaik itu) dan jangan sampai kita merugikan meraka. Sahabat tegur aku jika aku salah, Wallahu'alam....

Saturday, November 19, 2011

Wanita Sholehah

wanita yang di ridhoi oleh Allah swt. 
wanita yang menyejukan hati yang memandang, bisa menginsafkan dan menundukan nafsu mereka yang berhati goyah...

Si ayah pun menolehkan mukanya seraya melontarkan senyuman manisnya ke arah anak kecilnya itu."Anakku...Seorang muslimah yang sejati bukanlah dilihat dari kecantikan dan keayuan paras wajahnya semata-mata. Wajahnya hanyalah satu peranan yang teramat kecil saja. Tetapi, muslimah yang sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. Itulah yang terbaik." wanita solehah <amieeenn> 

Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada bentuk kalian. Allah hanya melihat kepada hati dan perbuatan kalian. (Hadis riwayat Muslim) 

Si ayah terus menyambung...

"Muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersonakan, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak manakah kebaikan yang diberikannya, tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujjah kebenaran." 

Berdasarkan ayat 31, surah An-Nuur, Abdullah ibn Abbas, Ibn Omar, Atha, Ikramah dan lain-lainnya berpendapat: Seseorang wanita Islam hanya boleh mendedahkan wajah, dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. (As-Syeikh Said Hawa di dalam kitabnya Al-Asas fit Tafsir) 

"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan (menghairahkan) orang yang ada perasaan dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik." (Surah Al-Ahzab : 32) 

Si ayah diam sejenak sambil melihat kepada wajah manis puteri kecilnya itu. 
"Lantas apa lagi ayah?" Sahut puteri kecil terus ingin tahu. 
"Ketahuilah wahai puteriku... Muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian trend & modis tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya. Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang lain jadi tergoda. Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa ridha dan kehambaan kepada TUHAN-nya. Dan ia sentiasa bersyukur dengan segala karunia yang diberikan." 

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka (tidak berzina atau mendekati zina)." (Surah An-Nuur : 31) 

"Dan ingatlah anakku...Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul." 

"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya" (Hadis Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi) 

Setelah itu si anak kembali bertanya, "Siapakah yang memiliki kriteria seperti itu ayah? Bolehkah saya menjadi sepertinya? Mampukah dan layakkah saya ayah?" 
Si ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, "Pelajarilah mereka! Supaya kamu berjaya nanti. INSYA ALLAH kamu juga boleh menjadi muslimah yang sejati dan wanita yang solehah kelak. Malah, semua wanita boleh." 
Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULULLAH.

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita menerima gelaran solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat iaitu :
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut :
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada mahram bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah
- Tidak bermasam muka di hadapan suami
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan & kecantikannya serta rumah tangga

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah dari faktor dalaman. Bukanlah faktor luaran atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemburkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.
Faktor-faktor tersebut ialah:
1) Lupa mengingat Allah
Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak hairanlah jika banyak wanita yang tidak menyedari bahawa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syaitan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: ertinya:
” Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”

Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)
Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.
2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia.
Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syaitan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelumang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am: artinya:
” Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh kerana itu tidakkah kamu berfikir.” 

3) Mudah terpedaya dengan syahwat. 
4) Lemah iman. 
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk. 

Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya." (Riwayat Al-Bazzar) 

Sumber : berbagai artikel dari situs muslim, semoga yang mensyiarkannya mendapat pahala terbaik dari Allah, amin 
**************************


Catatan ini untukku dan untukmu MUSLIMAH, semoga kita bisa menjadi Sholehah ^_^
Sebagai teguran untukku, terima kasih untuk setiap kesalahan yang datang padaku dan berujung pada perbaikan diri, insya Allah... 


Wednesday, November 16, 2011

Saudariku, Buat Aku Cemburu dengan Imanmu..!


Ku tak tahu seperti apa paras wajahmu
Yang kutahu, kau terus hiasi Indahnya zahirmu dengan Iman dihati
Semakin kau terhijab, semakin aku iri denganmu, Saudariku..
Semakin kau terdiam khusyu’ dengan ibadahmu
Semakin ku ingin tahu rahasia: “Wanna be like you!”

Perisaimu adalah haya’ dan ‘iffah
Kau Laksana mutiara yang tersimpan baik
Kebeninganmu seperti mutiara di kedalaman lautan yang tidak pernah tersentuh tangan manusia

Citamu :
Seperti Asiyah istri Fir’aun
Yang hatinya teguh membuat keimanannya tak tergores sedikitpun walaupun dia harus tinggal di tengah-tengah pusat kemaksiatan dan pengingkaran kepada Allah, bahkan menjadi pendamping hidup orang yang dikenal sebagai pembangkang Allah terkeras sepanjang masa

Seperti Maryam putri Imran
Wanita yang telah disucikan Allah, dilebihkan kedudukannya di atas seluruh wanita pada masa itu

Seperti Khadijah binti Khuwailid
Yang rela menjalani cara hidup sangat sederhana karena Muhammad SAW, suaminya, tidak ingin keluarganya hidup berlebihan pada saat banyak orang lain masih kekurangan dan tidak pernah ada keluhan yang terucap dari bibirnya

Seperti Fatimah binti Muhammad
Putri Kesayangan Rasulullah yang telah akrab dengan kelaparan yang harus dijalaninya demi cinta dan ketaatannya kepada Allah dan Ayahnya

Bagaimana aku takkan cemburu?
Jika kau hiasi harimu dengan iman & ketaatan bukan sekedar memperindah lahirmu
Tak kupandangi seberapa besar jilbab atau dengan cadarmu, Saudariku…*
Yang kuteladani adalah indahnya akhlakmu, yang kau bungkus dalam kecintaan pada Sang Khaliq


*** SEMANGAT ISHLAH DIRI ***
Tak ada jaminan besarnya jilbab atau bercadar sekalipun, dengan keimanan seseorang. Tak ada jaminan banyaknya ilmu, dengan ketaatannya. Iman tak dapat diukur dari ZAHIR karena hanya Allah yang Maha Tahu kadar HambaNYA.

Iman seseorang bukanlah dilihat dari lantangnya Ia melantunkan ayat-ayat suci Al Quran, tapi dari seberapa ia mengamalkan apa yang dilantunkannya. “Tidak semua orang yang bisa mengaji itu beriman, tapi orang yang beriman pasti bisa mengaji”.

“Saat ingin mengukur kadar keimanan kita, maka ukurlah dalam satu hari berapa banyak waktu yang kita sia-siakan”.

Bagaimana kita menggunakan waktu yang kita miliki :
                                                                                                                                            فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain". (QS.Al Insyirah ayat ke 7)

************************
Maaf jika ada yang tidak berkenan dari tulisan ini, karena saya hanya sedang belajar mengamati dan memahami hakikat muslimah sejati. Terkadang apa yang kita lihat tidak seperti yang sebenarnya. Batin ini teriris ketika diantara Muslimah saat ini lebih banyak menghiasi zahir, bercanda ria di dunia maya dengan yang bukan mahromnya, memajang Foto narsis, Profil super lengkap seperti biodata untuk taaruf, bicara & bercanda tanpa manfaat, padahal friendlistnya banyak yang tidak dikenal. Mungkin niatnya ingin jadi uswatun hasanah, tapi yang banyak menempel justru kaum adam yang terjebak dengan indah tutur kata kita. Makin malu rasanya karena akhlak kita semakin hari semakin terkikis oleh zaman. Seorang sahabat dari Negara lain menyentil hatiku dengan keras, karena muslimah di Negara mereka tidak pernah memajang foto asli mereka di dunia maya. Teman kita masih bisa kenal kita dari nama. Semakin terhijab seorang muslimah kehidupan pribadinya, semakin solehah ia, Insya Allah karena Allah melarang untuk bertabarruj. Saya tidak lebih baik dari anda, tapi kita bisa berubah menjadi lebih baik dengan terus belajar...

Catatan ini :
- Untukku, untukmu Adikku, Kakakku, Saudariku, Ummu sholehah…
- Untuk diriku : Semangat berISHLAH, Kurangi berikhtilat, Online & berHP seperlunya, Say: NO TO FOTO di dunia maya, share ilmu dan teruslah berkarya karena Allah..!

By : FY,  Nov 2011

Saturday, November 12, 2011

Cantik...bantu kami menjaga pandangan...!!!


Wahai Saudariku sayang…Wanita…

Bagaimana mungkin para lelaki dapat menjaga pandangan mereka terhadap kita, sedangkan kita menampakkan wajah kita di mana-mana, terlebih lagi di dunia maya dengan jutaan pengunjungnya...?
Walaupun kita sudah terHIJAB bahkan tertutup dengan NIQAB kita. 
Ingatlah, wajah kita anugerah Allah.
Anugerah Allah itu hanya layak dilihat berkali-kali oleh yang layak saja. 

Biarlah Allah Yang Maha Tahu cantiknya hati kita..
Wanita solehah, Itulah sebaik-baik hiasan...

Ada Baiknya kita Baca dan Renungkan ini :

Pesan dari kaum Adam untuk Muslimah ^_^

Cantik,
Izinkan kami Menundukan Pandangan
keshalehahan akhlakmu telah memikat hati. 
Tak perlulah indah wajahmu kau nampakan untuk menguatkan, 
ketaqwaanmu telah menjadi bunga terindah di taman hati. 



Cantik, 

Izinkan kami tundukkan pandangan dari yg belum halal 
Kami tak ingin melesat bersama panah-panah syetan itu 
Mengoyak dan meruntuhkan iman, karena Fitnah indahmu 


Cantik, 

Bantu kami menjaga pandangan 
Menjaga gejolak rasa nan menggelora, 
Jagalah kami agar kau tetap terjaga juga, 
Dalam Maqfirah dan Rahmadnya 

Bahaya Foto Akhwat di FB 

"Alhamdulillah terima kasih sudah di ingatkan", 
" sukron atas ilmunya, bermanfaat sekali" ... dan bla..bla..bla... 
( ini adalah sebuah ucapan or ungkapan dari beberapa orang yang mendapat 
artikel tentang memajang foto di FB ) anehnya masihhh juga menapilkan... 

"APAKAH KAMU RELA, KECANTIKANMU itu dinikmati oleh ORANG-ORANG yg DEKAT dan JAUH darimu, RELAKAH dirimu MENJADI BARANG DAGANGAN yang MURAH bagi semua orang atau MENJADi BARANG PAJANGAN yg semua orang dapat melihatnya, baik yg jahat maupun yg terhormat? 


Bahaya Foto 

• Pertama, kita tentu sadar internet adalah ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua orang hampir tanpa batasan. Dan diantara orang-orang tersebut pastilah terdapat orang yang ingin berbuat zhalim. Dengan teknologi sekarang ini, betapa mudahnya setiap orang memanipulasi sebuah gambar menjadi apa yang dinginkan si manipulator. Dengan memasang foto diri di internet, maka hal tersebut membuka peluang orang-orang zhalim yang tentu saja tanpa izin terlebih dahulu memanipulasi/mengubah sedemikian rupa menurut keinginannya. Bayangkan saja, suatu ketika kita melihat foto diri sang akhwat dari atas berbalutkan jilbab (pakaian muslimah) tetapi bagian bawah dimanipulasi sehingga seakan-akan telanjang ataupun setengah telanjang. Na’udzubillah….. 

dengan aplikasi photoshop orang2 yang tak bertanggungjawab dengan mudah mengganti muka seseorang dengan orang lain, contohnya afwan jiddan seorang akhwat di poto tidak berbusana, dan begitu juga seorang miyabi di edit menjadi berjilbab…. 

• Kedua, akhwat (aktivis dakwah) adalah tauladan bagi muslimah yang belum tersentuh dakwah (awwam-red). Namun apa jadinya jika para ujung tombak dakwah bagi teman-teman terdekatnya melakukan suatu hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seseorang yang notabene telah bertitel “akhwat”. Saat muslimah yang awwam, terlihat fotonya yang bak foto model sebuah majalah remaja mejeng di blog-blog maupun profil jejaring dunia maya mereka hal tersebut bisa kita maklumi dan menjadi hal yang lumrah. Namun apa jadinya kalo seandainya kita berikan suatu nasehat agar tidak melakukan hal itu, karena bisa menjadi suatu fitnah, kemudian mereka berkilah, “lha wong si fulanah yang aktivis dakwah itu aja juga melakukan hal yang sama kok, apalagi saya yang masih jauh dari nilai-nilai agama”. Dan menganggap bahwa hal tersebut tidaklah bertentangan dengan dalih orang yang paham agama pun melakukannya jua. 

• Ketiga, wajah ayu dan sebuah profil yang terkesan sholeha menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum adam. Maka berlomba-lomba-lah mereka untuk menjadi teman, sahabat, atau dalih menjalin ukhuwah yang padahal terkadang hanya didasari sebuah keinginan untuk memiliki sosok ayu nan sholeha tersebut. Sehingga semakin menjadikan para ikhwan/laki-laki yang di hatinya terdapat penyakit menjadi semakin terjerumus dalam asyiknya pertemanan ala ikhwan-akhwat. Dari sisi ini pertama sang pelaku sudah melanggar atau lebih tepatnya tidak mendukung usaha para ikhwan/laki-laki untuk mengamalkan salah satu firman Allah ta’ala: 

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: 
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-nuur: 30) 

Dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda kepada Ali radhiyallahu’anhu. “Artinya : 

Wahai Ali, janganlah engkau susul pandangan dengan pandangan lagi, karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua bukan lagi menjadi bagianmu (dosa atasmu)”. [Hadits Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Daud] 

• Keempat, akhwat yang menampakkan foto dirinya di internet telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing. Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya. 

Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain: 
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” 
(QS. Al-Ahzab: 33) 

Tabarruj memiliki berbagai macam bentuk seperti: 
• Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki lain. 
• Menampakkan perhiasan termasuk di dalamnya pakaian yang ada di balik jilbab. 
• Berjalan berlenggak-lenggok di hadapan lelaki lain. 
• Memukul kaki untuk menampakkan perhiasan yang dipakainya. 
• Melembutkan ucapan di hadapan laki-laki lain. 
• Bercampur baur dengan kaum laki-laki, bersentuhan dengan mereka, berjabatan tangan dan berdesak-desakan di tempat atau angkutan umum. 

Lalu dimana ‘Iffah dan Haya’ ? 
Apabila engkau menampakkan gambar dirimu di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (rasa malu). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”. 

JADILAH kalian BARANG yg MAHAL, seperti "MUTIARA" bukankah mutiara itu mahal, DIJAGA & DIRAWAT, DISIMPAN BAIK-BAIK serta DIRAWAT, tidak ditaruh DISEMBARANGAN TEMPAT, kecuali tempat yg benar-benar AMAN dan TERJAGA. Jangan menjadi BARANG MURAHAN.. 

Karna engkau adalah salah satu penyebab dari terjerumusnya kami karna pandangan mata.. 

Maka Cantik.. Bantu,, BANTULAH AKU MENJAGA MATAKU,, BANTULAH AKU MENJAGA PANDANGANKU... !!!!!! 

“someone” 
tdk ingin disebutkan identitasnya 

NB: 
All ukhti muslimah yang senantiasa menjaga kemuliaannya. 
Niscaya Allah yang akan menjaga kita… 

Sumber: Percikan Qalbu,Semangat Hati dengan sedikit penyempurnaan yg insyaAllah tidak merubah amanah Ilmiahnya.